Showing posts with label Tokoh Agama. Show all posts
Showing posts with label Tokoh Agama. Show all posts

Wednesday, July 20, 2016

KH. Abdulloh Gymnastiar (Aa Gym) Ulama dan Pendiri Daarut Tauhid

KH. Abdulloh Gymnastiar, ulama sekaligus pengusaha dan pendiri yayasan Daarut Tauhid
KH. Abdulloh Gymnastiar
Aa Gym atau KH. Abdulloh Gymnastiar, itulah sapaan umat kepada tokoh agama pendiri dan pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid Bandung. Nama asli beliau adalah Yan Gimnastiar, lahir di Bandung pada tanggal 29 Januari 1962, putra dari pasangan Letkol H. Engkus Kuswara dan HJ. Yetti Rohayati. Aa Gym menjadi seorang ulama yang sangat popular dengan dakwahnya yang selalu mengedepankan urusan hati, model dakwah beliau dinamai dengan Pendidikan Manajemen Qalbu.


Riwayat Hidup dan Pendidikan

Aa Gym dilahirkan dari sebuah keluarga kecil yang beragama. Ayah beliau adalah seorang anggota ABRI sehingga pola kehidupan keluarga beliau sangat disiplin, sopan santun kepada orang tua, saudara dan tetangga sangat diperhatikan. Ayah beliau juga mendidik putra-putranya untuk belajar hidup mandiri, jujur dan ikhlas, hal itu dilakukan Aa Gym saat masih muda ia senang sekali berjualan apa saja, seperti makanan, pakaian, parfum, bahkan menjadi penjual Koran dan menjadi sopir angkot untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama ia bersekolah.

Aa  Gym menempuh jenjang pendidikan formal SD, SMP, SMA dan pendidikan formal terakhir beliau diperoleh dari tiga perguruan tinggi yaitu: UNPAD (Universitas Pajajara Bandung) sebagai  ahli administrasi perusahaan, PTKSI ITB jurusan teknik elektro dan terakhir menjadi mahasiswa Fakultas Teknik UNJANI (Universitas Ahmad Yani Bandung). Sementara untuk memperdalam ilmu agama, Aa Gym pernah menjadi santri di pesantren Miftahul Huda Manonjaya di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang kemudian ia perdalam dengan berguru pada KH. Jujun Junaedi di Garut, Jawa Barat.

Pendidikan karakter yang ditanamkan ayahnya, membentuk Aa Gym menjadi orang yang bertanggung jawab dan ksatria, hal ini yang membuat beliau ditunjuk menjadi komandan Resimen Mahasiswa  semasa kuliah di UNJANI. Selain itu kebiasaan berbisnis semasa muda beliau membentuk jiwa entrepener, hal ini yang menuntun beliau beserta teman-teman sesama mahasiswa merintis usaha pembuatan stiker, kaos, gantungan kunci dan ATK yang diberi logo-logo dan slogan islam, yang kemudian usaha tersebut diperkuat dengan membentuk Lembaga Keluarga Mahasiswa Islam Wiraswasta (KMIW) pada tahun 1987.

Pesantren Daarut Tauhid

Dalam cita-citanya membina umat dalam keislaman terutama masalah ketauhidan, lembaga KMIW akhirnya mendirikan pesantren yang diberi nama yayasan Daarut Tauhid dengan misi memberikan pendidikan dan membangun kemandirian umat secara islami juga sebagai sarana dakwah, Aa Gym ditunjuk sebagai ketua yayasan. Awalnya DT dirintis di rumah orang tuanya Aa Gym di Jalan Intendans  Gegerkalong, kemudian mengalami pertumbuhan ekonomi seiring bertambahnya jamaah dan santri akhirnya DT membeli rumah pondokan yang terdiri dari 20 kamar dengan harga 100juta. Lokasi barunya tersebut terletak di daerah Geger Kalong Girang, Bandung.

Pertumbuhan ekonomi DT semakin baik sehingga pada tahun 1993 pondokan DT. Direhab  Menjadi bangunan gedung berlantai 3, yang difunsikan untuk kegiatan perekonomian pada lantai 1, sementara lantai 2 dan 3 di fungsikan menjadi mesjid DT. untuk mengembangkan perekonomian pada tahun 1994 DT. kembali mendirikan koperasi dengan misi membantu perekonomian jama’ah dan juga sebagai penopang kegiatan dakwah.

Pada tahun 1995, yayasan DT. memperluas wilayah pondokan setelah mendapatkan tanah dan bangunan atas bantuan dari seorang jamaah, lokasi tidak jauh dari mesjid DT. yang berjarak sekitar 50meter dan hanya dibatasi oleh jalan raya saja. Gedung tersebut terdiri dari 4 lantai dan dimanfaatkan sebagai Taman Kanak-Kanak Al-Qur’a (TKA), kantor yayasan, ruang meeting, tempat produksi konveksi,  dan sebagian ruangan dijadikan pondokan santri dan tempat tinggal pimpinan pondok. Namun sekitar tahun 1997, gedung tersebut dirubah fungsinya menjadi kantor Baitul Mal-wat-Tamlil (BMT), ruang usaha percetakan, mini market dan wartel.

Guna memperluas penyebaran dakwah, DT. mendirikan usaha baru bidang penyiaran yaitu Radio MQ-FM yang ON-AIR perdananya tanggal 9 Desember 1999. Selain itu juga Aa Gym mengemas dakwahnya melalui media VCD dan buku-buku karangannya yang sudah banyak beredar. Bidang usaha DT. mengalami perkembangan yang sangat pesat dengan didirikannya jenis usaha baru lainnya seperti: Tabloid MQ, Perusahaan House and Building, membangun gedung serbaguna, dll.

Aa Gym sudah sangat popular dihati umat, dakwah beliau tentang ketauhidan dan kejernihan hati membuat jemaah dari berbagai daerah selalu rindu mengahdiri ceramah-ceramahnya, sehingga untuk memperluas sarana dakwah Aa Gym mulai memanfaatkan perusahaan televise, pertama beliau dakwah di RCTI pada tahun 2000 dalam acara HIKMAH FAJAR, yang kemudian Aa Gym memberi judul dakwah pada acara tersebut dengan Manajemen Kalbu. Dan sejak saat itu Aa Gym tercatat mendapat undangan dakwah mencapai 1200 lebih setiap bulannya, dan menjadi rebutan perusahaan-perusahaan televise untuk mengisi program acaranya.

Pro-Kontra

Aa Gym juga manusia biasa yang bisa saja hilaf, sebagai ulama dan publik pigur tentu setiap tindakan dan ucapan beliau akan mendapatkan apresiasi dari umat, ada yang pro dan ada juga yang kontra, ada beberapa hal yang pernah mencuat menjadi kontroversi dari sikap Aa Gym sebagai berikut: 
  • Sikap Aa Gym terhadap kenaikan BBM pada tahun 2005 yang mayoritas rakyat menolak kenaikan tersbut, namun Aa Gym tampil dalam iklan layanan masyarakat di televise yang menganjurkan rakyat untuk bersabar , hal ini mendapat protes keras dari berbagai organisasi pemuda islam seperti  Himpunan Mahasiswa Islam dan Perhimpunan Pelajar Islam.
  • Pada tahun 2006, Aa Gym mendapat kritikan dari para jema’ah terutama kaum ibu disaat beliau berpoligami dengan Alfarini, Hal ini terjadi karena kontra dengan ucapan dakwah Aa Gym sendiri yang tidak menganjurkan berpoligami. Akibat sikap Aa Gym ini jema’ah wanita DT. menurun drastis. Imbas dari masalah ini juga mengakibatkan menurunnya omzet bisnis DT. yang sebagian besar konsumennya dari jemaah DT. Tetapi setelah melewati beberapa rintangan dengan kesabaran Aa Gym kembali membaik terlebih beliau juga telah kembali ke teh Ninih istri pertama beliau dan harmonis sampai sekarang dan mudah-mudahan abadi sampai maut memisahkan mereka. Amin…. 
 

Keluarga Aa Gym

Pada tahun 1988 menikah dengan teh Ninih dan dikarunia 7 orang anak yaitu: Ghaida Tsurayya, Muhammad Ghazi Al Ghifari, Ghina Roudlotul Jannah, Ghaitsa Zahira Shofa, Ghefira Nur Fathimah, Muhammad Ghaza Al Ghazali, Gheriyya Rahimah.

Pada tahun 2006, Aa Gym menikah dengan Teh Rini (Alfarini Eridani) dan dikaruniai 1 orang putra yaitu ;Muhammad Ghaisan Driyya Addien.

Referensi:
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_Gymnastiar
  2. Free Image: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Aa_gym.jpg from source. http://mqs1.tripod.com/kolagym.htm

Thursday, June 30, 2016

Riwayat Sunan Kalijaga, Walisongo Putra Adipati Tuban

Dikisahkan seorang pemuda yang berjiwa kstaria yang memberontak keadaan saat itu terhadap penguasa majapahit yang dzolim, kesengsaraan rakyat yang selalu diperas membuatnya berjuang membela rakyat walaupun dengan resiko dia harus diusir dari daerahnya karena fitnah. Beliau bernama Raden Syahid yang merupakan anggota dari walisongo dikenal sebagai sunan Kalija.Beliau adalah putra dari seorang penguasa tuban adipati Aria wilatikta sering disebut juga sebagai  Raden Sahur


Riwayat hidup

Menurut riwayat beliau dilahirkan sekitar tahun 1455, dengan nama Raden Sa’id, beliau adalah putra dari adipati Tuban Aria Wilatikta (ayahnya) dan Dewi Nawangrum (ibunya).  Menurut keterangan, Raden said masih keturunan Rosululoh s.a.w. generasi ke 24 yaitu dari nasab kakeknya Hariyo Tejo / Maulana Manshur (Adipati Tuban ke7 yang berasal dari Arab) bahkan Raden said juga memiliki nasab ke  Ibnu Abbas (paman Rosululloh s.a.w), yaitu dari kakek buyutnya Syekh Abdul Rahman/kyai Lanang Jaya (menantu dari bupati tuban I Raden Dandang Wacana / Kyai Gede Papringan.  Nah.. dari Raden Dandang Wacana ini nasabnya ke atas sampai ke prabu Banjaransari (Raja kedua Pajajaran), Raden Said menikah dengan putri dari Maulana Ishak yang bernama Dewi Saroh. Dewi Saroh adalah saudara kandung dari Sunan Giri. Dari pernikahan itu mereka dikarunai 3 orang putra yaitu Raden Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh dan Dewi Sofyah.


Berguru pada sunan Bonang

Raden said dan adiknya Dewi Rasa Wulan sudah dididik agama islam mulai dari mereka kecil, Kehidupan beliau beliau didalam istana bertolak belakang dengan keadaan rakyat kadipaten Tuban, rakyat menderita kemiskinan karena mereka di paksa membayar upeti yang besar oleh pemerintahan Tuban untuk di setorkan ke kerajaan Majapahit, karena saat itu semua  kadipaten berada di dalam wilayah majapahit wajib menbayar upeti. Hal ini yang membuat Raden Said berontak, beliau melawan titah itu berusaha mengembalikan harta rakyatnya dengan cari mengambil secara sembunyi-sembunyi harta yang di simpan digudang milik pemerintah tuban, kemudian membagikannya kepada rakyat tuban dengan cara bertopeng sehingga tidak dikenali rakyatnya.

Namun sayangnya suatu ketika Raden Said tertangkap tangan sedang mencuri, beliau sudah dijebak oleh para pegawai  istana karena seringnya kehilangan barang simpanan di gudang, akhirnya beliau diberi hukuman dan setelah itu ada perampok asli yang memanfaat situasi untuk memfitnah raden said, mereka berpakain dan bertopeng seperti raden said, mereka merampok dan memperkosa gadis-gadis sampai akhirnya saat bersamaan raden said sedang memakai topeng dan tertangkap yang kemudian diusir dari kota Tuban. 

Raden said berkelana tanpa tujuan, dan akhirnya menetap di dalam hutan Jatiwangi, Raden said masih menjalankan misinya yaitu merampok orang-orang kaya yang pelit dan membagikan hasil rampokannya kepada rakyat. Suatu ketika beliau bertemu dengan seorang kakek dan berniat untuk merampok tongkat milik kakek tersebut yang disangkanya terbuat dari gagang emas, namun sayang ilmu kakek itu melebihi kemampuannya, dan akhirnya raden said bertekuk lutut dan ingin berguru padanya, rupanya kakek tersebut adalah sunan bonang, sunan bonang menasehati raden said agar tidak menolong rakyat dengan cara yang salah, kemudian sunan bonang mau menerima raden said murid dengan syarat raden Said harus duduk bersila dipinggir sungai untuk menjaga tongkat miliknya yang ditancapkan dipinggir sungai tersebut dan tidak boleh beranjak sedikitpun dari posisi bersilanya sampai sunan bonang kembali menemuinya. Akhirnya raden Said menyanggupinya, beliau duduk bersila dan dengan ijin Alloh raden said tertidur, riwayatnya beliau tidur selama 3 tahun sampai rumput-rumput yang ada di dekat beliaupun meninggi dan menutupI dirinya.

Tiba waktunya sunan Bonang dating untuk membangunkannya, dengan mengumandangkan adzan akhirnya raden said terbangun, kemudian sunan bonang menyuruh raden said membersihkan diri dan memberikan pakaian untuk gantinya. Raden said dibawa ke Tuban di kediaman sunan Bonang, disana beliau digembleng ilmu agama oleh sunan Bonang. Raden said diberi gelar oleh sunan Bonang dengan nama Sunan kali jaga (menjaga sungai). Sebagai seorang anak walaupun terusir dari kadipaten, sunan Kalijaga merasa rindu pada orangtua dan adiknya, itupula yang dirasakan oleh ibunda tercintanya yang bersedih sejak ditinggal oleh raden Said, terlebih ketika telah tertangkapnya perampok yang berpakaian seperti yang dipakai anaknya itu, dia mengakui perbuatannya yang telah memfitnah raden Said sehingga ayahnya dan para petinggi mengetahui bahwa raden Said tidak bersalah. Akhirnya suatu waktu raden Said pulang ke kadipaten dan disambut hangat oleh ayah, ibu dan keluarganya.

Cara berdakwah

Sunan kalijaga berdakwah menyebarkan agama islam di daerah jawa dengan metode budaya, penyesuaian adat hindu terhadap penyebaran dakwah islam dengan cara bertahap memberi pengetahuan tentang islam melalui kesenian, hal ini bertujuan agar masyarakat yang sudah kuat keyakinan dengan agama hindu saat itu tidak kaget dan langsung menolak ajaran islam, sistemnya mengikuti adat mereka dengan menyusupi ajaran islam melalui kesenian tersebut. beliau membuat kesenian-kesenian yang disukai masyarakat saat itu seperti wayang kulit, alat musik gamelan dan tembang jawa lir-ilir dan gundul pacul yang dijejali dengan kata-kata bermakna islami, cara tersebut membuat kagum rakyat, para petinggi sampai level adipati seperti adipati Semarang, Kebumen, Banyumas dan adipati Kota Gede, mereka menyukai karya seni sunan Kalijaga akhirnya mau memperhatikan, memaknai dan menyakini keindahan dan kebenaran agama islam dan merekapun ikut ajaran sunan Kalijaga dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. 

Wafat

Sebenarnya tidak ada riwayat pasti tentang tahun kelahiran dan wafatnya sunan Kalijaga, tetapi beberapa keterangan beliau wafat Pada tahun 1586, pada usianya yang ke 131 tahun, dan dimakamkan di Desa Kadilangu, dekat kota Demak. Jasanya sangat luar biasa sebagai ulama waliyulloh dalam menyebarkan agama di pulau jawa, sebagai rasa hormat dan tawadhu terhadap guru banyak umat muslim dari seluruh penjuru datang untuk berziarah kemakamnya sampai sekarang. 

Referensi;
  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Kalijaga
  2. https://brandazloz.wordpress.com/2011/08/07/silsilah-sunan-kali-jaga/
  3. Free image by Warta Madani; https://commons.wikimedia.org/wiki/File%3ASunan_Kalijaga.JPG
 

Tuesday, June 28, 2016

Riwayat Sunan Gunung Jati, Cucu Raja Pajajaran, Waliyulloh di Cirebon

Nama asli beliau adalah Syarif Hidayatulloh dikenal  sebagai sunan gunung jati, ada dua keterangan tentang tahun kelahiran beliau yaitu tahun 1448M dan pendapat lain yang lebih dipercaya adalah tahun 1450M. Ayahnya bernama Syarif Abdullah merupakan seorang bangsawan Mesir  dan ibunya nyai Lara Santang adalah Putri dari raja Prabu Siliwangi. Nyai Lara Santang namanya dirubah menjadi  Syarifah Mudaim sejak menikah dengan Syarif Abdullah.  Raden Syarif Hidatulloh banyak belajar ilmu agama di negri Mesir, namun sepeninggal ayahnya sekitar usia 20 tahun beliau pulang ka tanah leluhurnya yaitu pulau jawa. dan beliau berhasil  menyebarkan islam di Jawabarat dengan mendirikan kesultanan Cirebon.


Kelahiran

Dikisahkan dari beberapa sumber bahwa 2 orang putra prabu siliwangi yaitu Pangeran Walangsungang beserta saudarinya nyai Lara Santang sempat berguru agama kepada syekh Kahfi  pendiri padepokan islam pertama dicirebon . Karena kecerdasannya banyak ilmu agama berhasil pengeran dapat dari syekh, seiring banyaknya para pendatang yang bermukim disana dan menjadi muridnya maka pangeran walangsungsang diangkat menjadi kepala dusun dan diberi gelar pangeran Cakrabuana. Suatu saat Syekh Kahfi menyuruh kedua muridnya tersebut untuk pergi kemekah melaksanakan ibadah haji, saat pelaksanaan haji mereka bertemu dengan raja Mesir Syarif Abdullah. Raja Mesir tersebut jatuh hati saat pandangan pertama kepada nyai Lara Santang dan berniat memperistri.  singkat cerita lamaran Syarif Abdullah diterima dan mereka dinikahkan  oleh ulama besar Mekah Syekh Bayanillah. Dari pernikahan itu lahirlah Raden Syarif Hidayatullah atau sunan gunung jati dan Syarif Nurullah (adik sunan gunung jati).


Kisah Hidup

Syarif Hidayatullah besar dimesir, beliau belajar banyak agama pada ulama-ulama besar Mesir, namun setelah ayahnya meninggal pada saat usia beliau 20 tahun, beliau bersama ibundanya tercinta pulang ke pulau jawa tanah leluhurnya tatar sunda Pajajaran dan beliau mulai berdakwah menyebarkan islam di Jawa Barat, sedangkan adiknya meneruskan tahta ayahnya menjadi  raja Mesir.

Sekitar tahun 1475 Raden Syarif beserta ibunya Syarifah Mudaim pergi ke Cirebon, sampai di Cirebon mereka di sambut oleh keluarga pangeran CakraBuana, tetapi sayangnya sang guru Syekh Kahfi telah wafat sehingga mereka  bertekad melanjutkan perjuangan gurunya dengan mendirikan pesantren Pasambangan di daerah Gunung jati. Pangeran Cakrabuana memiliki putri bernama Nyi Pakungwati yang kemudian dinikahkan dengan Syarif Hidayatullah pada tahun 1479, dan karena merasa sudah tua pangeran Cakrabuana menurunkan jabatannya kepada Syarif Hidayatullah.


Pendirian Kesultanan Demak dan Cirebon

Suatu masa Syarif Hidayatullah berniat melakukan perjalanan dakwah untuk menyiarkan agama islam di pulau jawa. Perjalanan pertamanya beliau menemui kakeknya yaitu prabu siliwangi raja pajajaran untuk mengajak memeluk islam, tetapi sayangnya prabu siliwangi menolak ajakan tersebut. Kemudian Syarif Hidayatullah melanjutkan perjalanan dakwahnya sampai ke Banten, di Banten beliau disambut oleh Adipati Banten, sang Adipati terkesan pada Syarif Hidayatulloh yang akhirnya menjodohkan dengan adiknya Nyi Kawungten,hasil pernikahan mereka dikaruniai 2 orang anak yaitu Nyi Rabu Winaon dan pangeran Sebakingking (Pangeran Maulana Hasanuddin).


Syarif Hidayatulloh sering berkunjung ke Demak, beliau sempat membantu pendirian mesjid  Demak. Di demak Syarif Hidayatulloh sering bertemu dengan para wali songo lainnya dan sering bermusyawarah dimesjid tersebut. Sampai akhirnya tanpa info yang jelas berdirilah kesultanan Demak pada tahun 1487 yang saat itu di pimpin oleh Raden Patah. dan para wali memutuskan syarif Hidayatulloh untuk menjadi pemimpin di wilayah Jawa Barat. Syarif Hidayatullah diangkat jadi sultan pada kesultanan pakungwati yang beliau dirikan dicirebon.  Melihat silsilah Raden Patah dan Syarif Hidayatulloh ternyata berasal dari satu nasab yaitu dari satu kakek  Syekh Maulana Akbar seorang  saudagar muslim dari Guzarat, India. Sejak saat itu juga penyerahan upeti kepada kerajaan pajajaran dihentikan.


Penyebaran Islam

Berita tersebut terdengar oleh raja pajajaran prabu siliwangi yang akhirnya marah besar menganggap cucunya telah berkhianat dan menyaingi kerajaan pajajaran. Akhirnya para prajurit terbaiknya disiapkan untuk menyerang kesultanan Cirebon dan menangkap cucunya, dibawah pimpinan Ki Jagabaya. Namun sayang bukan kemenangan yang didapat, kerajaan pajajaran malah kehilangan prajurit terbaiknya karena mereka semua masuk islam dan menjadi murid Syarif Hidayatullah.Dengan bergabungnya prajurit pajajaran wilayah kesultanan Cirebon menjadi lebih meluas, banyak daerah-daerah disekitar Cirebon yang bergabung pada kesultanan Pakungwati.


Selama kesultanan Syarif Hidayatullah banyak saudagar-saudagar dari negri luar yang datang, mereka datang untuk berdagang dan menjalin persahabaan dengan kesultanan Cirebon. diKabarkan Syarif Hidayatullah bahkan pernah dinikahkan oleh kaisar cina kepada putrinya (Ong tien) yang berganti nama menjadi Nyi Ratu Lara Semanding,  saat sang sunan berkunjung ke Cina atas undangan sang kaisar. Sejak saat itu hubungan kekeluargaan antara Cina dan Cirebon semakin baik. Ini dibuktikan dengan Pembangunan mesjid raya Cirebon pada tahun 1498M, dengan arsitektur bernuansa cina, konon mesjid ini hanya di bangun dalam satu malam saja, oleh para wali songo. Masjid ini dikenal dengan nama masjid kasepuhan atau masjid Sang Cipta Rasa.


Penyebaran Islam dibawah kesultanan Cirebon semakin pesat, sarana dan prasarana seperti jalan-jalan di bangun untuk mempermudah perluasan wilayah, sementara kerajaan pajajaran semakin menyempit sehingga membuat Prabu Siloiwangi mencari jalan untuk merebut kembali daerahnya.


Perlawan dari Internal dan Pasukan Portugis

Selama masa penyebaran ajaran islam para wali mengalami perlawanan, ada 3 kekuatan yang berasal dari kerjaan hindu yang selalu menentang penyiaran ajaran islam saat itu yaitu kerajaan pakuan/pajajaran, kerajaan  Galuh dan kerajaan Majapahit . mereka bersekutu dengan Portugis untuk melawan pendukung islam.

Portugis masuk ke Malaka (Sumatra) sekitar tahun 1511, mereka melakukan agresi ke berbagai daerah untuk merebut kekuasaan termasuk ke pulau jawa, sekitar tahun 1513, duta besar portugis datang menemui raja pajajaran dan akhirnya portugis dan pajajaran bersekutu dan mnedirikan benteng pertahanan di hindia belanda (Jakarta).

Sultan Demak Raden Patah meninggal dunia pada tahun 1518n dan kesultanan selanjutnya dipimpin oleh mantan adipatinya yaitu Dipati unus atau dikenal dengan pangeran sebrang lor. Kesultanan Demak yang saat itu di pimpin oleh dipati unus bersama dengan pasukan kesultanan Cirebon melakukan agresi untuk melawan penjajahan protugis di malaka pada tahun 1521, mereka mengalami kekalahan karena kekuatan persenjataan portugis lebih canggih, dan dipatiunuspun syahid di malaka, dan kepeminpinan kesultanan Demak di gantikan oleh Raden Trenggano (putra ke3 raden Patah). Saat perjalanan pulang para prajurit ke pulau jawa ada seorang ulama pasai yang ikut berlayar pulang ke pulau jawa, beliau adalah Fatahilah. Pasai sudah dikuasai portugis sehingga sudah tidak aman untuk Fatahilah berjuang disana. Fatahilah diangkat sebagai  panglima perang kesultanan Demak.

Pada tahun 1527, Fahillah mendapat tugas untuk melakukan perlawanan pada portugis di sunda kelapa yang telah bersekutu dengan pajajaran, Fatahilah beserta pasukannya kemudian berangkat menuju Cirebon meminta bantuan pasukan dari kesultanan Cirebon, gabuangan pasukan dari kedua kesultanan ini berangkat untuk merebut kembali sunda kelapa. Berkat pengalaman Fatahillah berperang melawan portugis di Malaka, dia tahu kelemahan dan strategi Portugis, sehingga mereka berhasil mengalahkan portugis dan pajajaran, sunda kelapa berhasil direbut kembali dan akhirnya portugis mundur kembali ke malaka, dan pasukan pajajaran berlarian menyelamatkan diri, sisa dari mereka melakukan pemberontakan di Banten namun akhirnya dapat ditumpas oleh Fathillah dibantu oleh putra sunan gunung jati yaitu pangeran Sabakingking.

Sejak saat itu sunda kelapa dirubah namanya menjadi jayakarta dan Fatahillah diangkat menjadi Adipatinya, sementara kekuasaan Banten di pimpin oleh pangeran sabakingking yang bergelar Pangeran Hasanudin. Mereka terus berjuang memperluas wilayah penyiaran islam yang terus berkembang di pulau jawa. mereka berhasil menaklukan kerjaan galuh yang menewaskan rajanya  Cakraningrat beserta senopatinya yang terkenal hebat yaitu Aria Kiban.

Suatu saat sunan gunung jadi memanggil Fatahillah ke Cirebon untuk menikahi putrinya ratu WUlung Ayu, setelah menikah raden Fatahillah menetap di Cirebon dan Jabatan Adipati Jayakarat di serahkan pada ki Bagus Angke, beliau dikenal di Cirebon dengan nama Kiai Bagus Pasai.  Kemudian Sunan Gunung Jati menyerahkan kepeminpinan kesultanan Cirebon kepada putranya pangeran Muhammad Arifin dan Fatahillah diangkat sebagai penasehat Sultan.  Sementara Sunan gunung jati lebih memusatkan syiar islamnya di pesantren pasambangan di gunung jati.

Baru lima tahun masa kepeminpinan Muhammad Arifin wafat, sejak itu kesultanan Cirebon diberikan pada hasanuddin dan sejak saat itu kesultanan Cirebon berada di bawah pemerintahan banten dan hanya di pimpin oleh seorang adipati yang pada waktu itu diduduki oleh menantu raden Fatahillah.
 
Makam Sunan Gunung Jati

Akhir Hayat

Pada tahun 1568 Raden Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati wafat, beliau dimakamkan di sebuah bukit bernama gunung sembung, yang kemudian menjadi komplek pemakaman keluarga beliau. Sampai sekarang makam tersebut menjadi pusat Ziarah bagi kaum muslimin sebagai rasa hormat atas segala pengorbanan dan perjuangan para wali dan mengingat akan kematian.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/
https://ceritaislami.net/
Free image:
Masjid, By Ecoblueprint, https://commons.wikimedia.org/wiki/File%3AMasjid_zahir%2C_alor_setar.jpg
Makam, By. Cahyo Ramadhani, https://commons.wikimedia.org/wiki/File%3ASanctuary_of_Sunan_Gunung_Jati.jpg
 

Sunday, June 26, 2016

Imam Syafi'i Ulama Mufti Fiqih Ahli Sunah Waljama'ah

Imam Madzhab Asy-Syafi'I  rodiallohu-a’nhu,  lahir digaza Palestina tepatnya dikota ashkalon  pada tahun 150 Hijriah atau 767 Masehi, tahun itu juga adalah tahun duka atas wafatnya Ulama Fiqih terkemuka Imam Abu Hanifah ra. Imam Syafi’I hidup pada lingkungan sosial yang berada tetapi beliau memilih hidup sederhana dan mementingkan ilmu agama untuk kekayaan akhiratnya, itu bentuk pengabdiannya juga terhadap pesan ibunda tercintanya. Beliau belajar ilmu agama dari ulama-ulama termuka di mekah,Madinah, Irak, Bagdad, Yaman dan Mesir. Dan beliau sangat mengagumi  gurunya yaitu Imam Malik dan Sufyan bin Uyainah. Semasa hidupnya beliau sudah banyak mengeluarkan hukum-hukum fiqih dan semua ajarannya tertulis pada kitab-kitab karyaNya, seperti  yang paling populer kitab Al-Hujjah yang berisi hukum-hukum piqih berdsarkan Qoul Qodim dan kitab Al-Umm  yang membahas ilmu fiqih berdasarkan Qoul  Jadid. Ajarannya banyak di pakai oleh ulama-ulama suni di dunia dan dijadikan madzhab ilmu piqih imam As-Syafi’i.


Kehidupan Imam As-Syafi'i

Dilahirkan dari keluarga yang sederhana tapi penuh dengan berkah keimanan yang luar biasa, Nasab beliau berasal dari dua keturunan yaitu bani Muthalib dari keluarga ayahnya dan Bani Hasym dari keluarga ibunya. Madzhab Syafi'i banyak dianut oleh sebgaian besar umat islam karena beliau adalah keturunan yang paling dekat Rosululoh dari nasab ibunya. Silsilah nasab beliau dapat di lihat dari gambar dibawah:
Silsilah Nasab Imam Syafi'i

Safi'i kecil sudah menjadi yatim sejak usia dua tahun, sehingga ibunya membawa pindah ke Mekah dan Safi'i tumbuh dewasa diMekah dibawah pengawasan dan bimbingan keluarga pamannya. Kecerdasan beliau dalam menghapal sangat menonjol, itu dibuktikan dengan hapalnya Al-qur'an pada usia 7 tahun, dan karena kesenangannya dengan melantunkan syair-syair islam beliau juga hapal banyak syair/nadoman.

Dimekah beliau banyak belajar ilmu agama terutama ilmu fiqih, para gurunya adalah ulama-ulama terkemuka di Mekah, antara lain; Muslim bin Khalid Az-Zanji, Dawud bin Abdurrahman al-Atthar, Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl , Muhammad bin Ali bin Syafi’I (pamannya), Sufyan bin Uyainah dan para ulama Mekah lainnya. Beliau sangat memahami banyak ilmu fiqih setelah belajar bertahun-tahun dari guru-gurunya, sehingga pada usianya yang masih 15 tahun beliau dibolehkan memberi  fatwa fiqih oleh gurunya Muslim bin Khalid Az-Zanji seorang ulama mufti (pemberi fatwa) diMekah.

Menginjak usia ke 20 tahun imam Syafi'i hijarh ke Madinah, di sana beliau berguru kepada imam Malik bin Annas (Madzhab Maliki), beliau membuat bangga sang guru atas kecerdasannya sehingga mampu mengusai kitab hadist karangan imam malik yaitu Al-Muwattha. Selain berguru kepada sang imam, Syafi'i juga mengaji ilmu dari para ulama lainnya di Madinah seperti Ibrahim bin Sa’ad, Isma’il bin Ja’far, Atthaf bin Khalid dan Abdul Aziz Ad-Darawardi 

Pengembaraan imam Syafi'i dalam menuntut ilmu dilanjutkan ke negeri Yaman, kemudian ke Bagdad Irak sekitar tahun 183H dan di Irak beliau menulis kitab Al-Hujjah. Terakhir beliau menemui ulama-ulama di negeri Mesir sekitar tahun 200H, dan dinegri inilah kitab Al-Umm ditulis. Menurut keterangan beliau mengalami sakit ambeien sampai sering keluar darah dan menetes mengenai pakaiannya, akhirnya beliau wafat di Mesir sekitar tahun 204 pada bulan Rajab hari Jum'at. Atas wasiatnya beliau dimandikan oleh penguasa mesir saat itu Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam dan beliau melunasi seluruh urusan hutang piutang imam Syafi'i. Makam imam syafi/i di kairo Mesir dikenal dengan nama Turbah asy-Syafi'i yang sampai sekarang beribu-ribu orang datang untuk menjiarahinya.


Qoul imam Syafi'i

Pada masa kehidupanya terdapat dua paham ilmu yang dipakai umat yaitu ajaran ahlul hadist (ahlil hadist) yang diajarkan oleh imam malik, dan aliran mu'tazilah (pendapat yang berdasar pada akal) yang dipelopori oleh Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani murid dari imam Hanafi. Pendapat imam Sya-fi'i adalah perpaduan dari dua ajaran tersebut dengan dasar Qur'an, hadist, ijtihad dan Qiyas.

Imam Syafi'i berbeda pendapat tentang menentukan suatu hukum fiqih yang belum ada hukumnya baik dari qur'an maupun hadist dengan menggunakan ijtihad dan Qiyas dengan pemikiran yang luas. beliau tidak sependapat terhadap hukum istihsan (hukum berdasarkan kondisi yang terbaik) yang diajarkan imam Hanafi dan menolak hukum Mashalih Mursalah dari imam malik.

Oleh karena keadaan umat saat berada di Bagdad Irak beliau menuliskan pendapat-pendapatnya yang dikenal dengan Qoul Qodim atau pendapat lama, dan setelah pindah ke Mesir beliau mendapatkan kondisi yang berbeda sehingga beliau mengeluarkan pendepat-pendapat baru yang dikenal dengan Qoul Jadid. Tetapi beliau mengatakan hukum baru atau hukum lama dapat digunakan salah salah satunya tergantung kondisi yang terbaik terhadap suatu masalah.


Murid imam Syafi'i

Ajaran dalam madzhab imam Syafi'i banyak di sebarluaskan oleh para muridnya yang menjadi tokoh ulama terkemuka, diantara muridnya yang paling populer adalah:
  • Ahmad bin Hanbal, Ahli Hadits dan Ahli Fiqih dan Imam Ahlus Sunnah atas kesepakatan kaum muslimin.
  • Al-Hasan bin Muhammad Az-Za’farani
  • Ishaq bin Rahawaih,
  • Harmalah bin Yahya
  • Sulaiman bin Dawud Al Hasyimi
  • Abu Tsaur Ibrahim bin Khalid Al Kalbi dan lain-lainnya banyak sekali.

Kitab karya imam Syafi'i 

semasa pengabdiannya dalam menentukan hukum perkara piqih, imam Syafi'i mendokumentasikan dalam kitab-kitab yang ditulis olehnya. beberapa kitab yang terpenting dan dijadikan ushul fiqih adalah:

Al-Hujjah

berisi pendapat madzhab lama beliau, dan yang terkenal dari pernyataanya yaitu : “Al-Qur’an adalah Qalamullah, barangsiapa mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk maka dia telah kafir.”


Al-Umm 

Merupakan kitab Madhab baru beliau, ada pernyataan dalam isi kitab ini tentang pengikut madzhab beliau yaitu; ”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka buanglah perkataanku di belakang tembok,” dalam hal ini imam Syafi'i merasa sebagai mahluk yang punya kelemahan sehingga jika suatu saat ditemukan hadist yang bertentangan dengan pendapatnya dan hadist itu soheh menurut jumhur ulama maka diwajibkan mengikuti hadist dari pada pendapat beliau.


Ar-Risalla

Kitab pertama karangan imam Syafi'i tentang ushul fiqih yang dijadikan dasar metodelogi pengembangan hukum islam, dan dijadikan rujukan oleh para ulama generasi saat itu dan yang masa yang akan datang dalam menentukan suatu perkara hukum islam.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Asy-Syafi'i
Free image : By.  بلال الدويك (Own work, https://commons.wikimedia.org/wiki/File%3AAl-Shafie_Name.png